Selasa, 11 Oktober 2016

PERMUKIMAN KUMUH

TUNTASKAN KUMUH
MENUJU KOTA LAYAK HUNI






 Setelah kita melihat gambar tabel perbandingan disamping yang sumber datanya diambil dari CIA World Factbook  pada tahun 2004 kita dapat mengetahui bahwa Negara Indonesia menduduki posisi keempat negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Setelah pada posisi pertama ditempati China, kemudian India, dan Amerika.


    Dari gambar tabel grafik Jumlah Penduduk Indonesia yang bersumber dari Badan Sensus Penduduk kita mengetahui bahwa pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia sangat melaju pesat. Karena pada zaman Orde Lama saja Jumlah penduduk Indonesia 97,1 juta jiwa dan pada akhir tahun 2010 jumlahnya dua kali lipat pnduduk jumlah penduduk Indonesia semenjak kemerdekaan yakni degan jumlah 237,6 juta jiwa. 

        Dan disini kita dapat menganalisa pertambahan jumlah penduduk Indonesia. Dilihat dari angka rata-rata kenaikan jumlah penduduk yang dalam setiap 10 tahun berkisar 32 juta jiwa. Maka kita dapat mengambil kesimpulan pertambahan penduduk pertahunnya adalah 2,6 juta jiwa. Jadi Jumlah Penduduk Indonesia tahun 2013 sebesar 245,4 juta jiwa. Kemudian Jumlah Penduduk Indonesia tahun 2014 sebesar 248 juta jiwa



Setelah kita melihat gambar diagram diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa meskipun pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang selalu meningkat terus, akan tetapi tidak dibarengi dengan upaya persebaran penduduk secara merata. Terlihat bahwa pulau Jawa merupakan wilayah yang memiliki populasi penduduk Indonesia paling banyak.

DKI Jakarta menjadi kota yang kepadatan penduduknya sudah diakui dengan sebutan kota “metropolitan” yang menjadi pusat kegiatan perkantoran dan bisnis. Dari kota lain masyarakat akan berbondong-bondong ke Jakarta untuk berusaha dan mengubah nasib. Perubahan kepadatan penduduk berangsur-angsur meningkat hingga menimbulkan pembagian pekerjaan yang tidak merata. Banyaknya kemiskinan tak dapat dihindari.

Dengan pertumbuhan yang bisa dikatakan tinggi apabila tidak diiringi dengan kebijakan pemerintah maka akan menimbulkan beberapa dampak negatif salah satunya adalah meningkatnya permukiman kumuh. Jadi, bagaimana keadaan permukiman kumuh? Apa dampaknya untuk lingkungan? Mari kita memahami lebih dalam mengenai permukiman kumuh.

PENGERTIAN  PEMUKIMAN KUMUH


UU No. 1 Tahun 2011 tentang PKP
Permukiman Kumuh adalah permukiman yang tidak kayak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat

UU No. 4 Pasal 22 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman.
Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni antara lain karena berada pada lahan yang tidak sesuai dengan peruntukkan atau tata ruang, kepadatan bangunan yang sangat tinggi dalam luasan yang sangat terbatas, rawan penyakit sosial dan penyakit lingkungan, kualitas umum bangunan rendah, tidak terlayani prasarana lingkungan yang memadai, membahayakan keberlangsungan kehidupan dan penghuninya.

Beberapa indikator yang dapat dipakai untuk mengetahui apakah sebuah Permukiman tergolong kumuh atau tidak adalah diantaranya dengan melihat : 
  1. Tingkat kepadatan Permukiman
  2. Kepemilikan laban
  3. Kualitas drains
  4.  Ketersedian air bearish
  5. Kondisi air limbs
  6. Kondisi persampahan
  7. Kualitas sarana dan prasarana yang ada dalam permukiman tersebut.



Data quick count survey Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan hingga Oktober 2014, terdapat 38.431 Ha yang tersebar di negeri ini. Itu tandanya masih banyak penduduk Indonesia yang bertempat tinggal di Permukiman kumuh. Dari data tersebut, Indonesia bisa terbilang sangat erat kaitannya dengan permasalahan ini. Lulu apa saja penyebab permukiman kumuh? Berikut  penjelasannya.


FAKTOR PENYEBAB PERMUKIMAN KUMUH

1. Pola Pikir Penduduk Yang Statis


Penduduk beranggapan bahwa hidup di kota  mampu memberikan pekerjaan yang layak. Dengan itu mereka pergi ke kota tanpa mempertimbangkan kualitas pendidikan yang ia miliki. Oleh kebab itu terjadi kesenjangan kehidupan masyarakat yang membuat masyarakat tidak mampu untuk memaksakan hidup dan tinggal di kota dengan berbagai cara. Salah satu contohnya mendirikan rumah di bantaran sungai dan pinggir rel kereta api.

2. Faktor Migrasi dan Urbanisasi


Migrasi atau urbanisasi intinya adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain. Bagi kota yang mulai padat penduduknya, pertambahan penduduk tiap tahunnya jauh melampaui penyediaan kesempatan kerja didalam wilayahnya sehingga dirasakan menambah berat permasalahan kota. Tekanan ekonomi dan kepadatan tinggal bagi kaum urban memaksa mereka menempati daerah-daerah pinggiran (slum area) hingga membentuk lingkungan permukiman kumuh.


3. Faktor Lahan di Perkotaan


Pertumbuhan dan perkembangan kota yang sangat pesat telah menyebabkan berbagai persoalan serius diantaranya adalah permasalahan perumahan. Permasalahan perumahan sering disebabkan oleh ketidakseimbangan antara penyediaan unit hunian bagi kaum mampu dan kaum tidak mampu di perkotaan. Di samping itu sebagqi kaum yang tidak kurang mampu mereka tidak menguasai pendidikan untuk menopang kehidupannya, sehingga kaum yang kurang mampu ini tidak mampu untuk membeli hunian lalu mereka memilih untuk tinggal di Permukiman kumuh.

4. Faktor Sosial Ekonomi


Pada umumnya penduduk di Permukiman kumuh ini adalah mereka yang berpendapatan rendah karena keterbatasan lapangan pekerjaan. Dengan pendapatan rendah maka mereka tidak mempunyai kemampuan untuk membeli rumah layak huni.

5. Faktor Sosial Budaya


Struktur sosial penghuni lingkungan permukiman sangat majemuk dengan beragam norma-norma sosialnya masing-masing. Keragaman ini kadang-kadang menimbulkan kesalahpahaman, saling tidak percaya antar penghuni, yang menyebabkan rendahnya tingkat kualitas hubungan dengan tetangga. Masing-masing mengikuti struktur hubungan antar sesama dan budaya yang beragam, yang mempengaruhi bagaimana sebuah individu, keluarga dan tetangga dalam berinteraksi di lingkungannya. Sehingga kadang-kadang menyulitkan upaya membentuk suatu lembaga yang berbasis pada komunitas atau upaya-upaya peningkatan kesejahteraan bersama.

6. Faktor Tata Ruang


Permukiman kumuh merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari struktur kota. Oleh karena itu perancangan suatu kota harus didasarkan pada daya dukung termasuk daya dukung yang rendah pada Permukiman kumuh.

7. Faktor Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu faktor dalam penyebabnya permukiman kumuh karena apabila seseorang mempunyai faktor pendidikan yang tinggi maka mereka akan memilih perumahan yang tentunya tidak memiliki dampak negatif seperti dampak negatif yang dimiliki Permukiman kumuh.


DAMPAK PERMUKIMAN KUMUH



  1. ·      Menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya.
  2. ·      Pemerintah tidak mampu untuk menyediakan permukiman-permukiman baru karena banyaknya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota sehingga munculah permukiman yang tidak sehat.
  3. ·      Banyaknya warga yang menjadi pengangguran.
  4. ·      Tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan, norma sosial dan hukum, kesehatan, solidaritas sosial, tolong menolong, menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan.
  5. ·      Wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor.
  6. ·      Planologi penertiban bangunan sukar dijalankan.
  7. ·      Banjir yang berkepanjangan.
  8. ·      Penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman.


SOLUSI MENGATASI PERMUKIMAN KUMUH

Pada dasarnya permukiman kumuh tak lepas dari kemiskinan yang dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan, peningkatan lapangan pekerjaan dan pendapatan kelompok miskin serta peningkatan pelayanan dasar bagi kelompok miskin dan pengembangan institusi penanggulangan kemiskinan. Permukiman kumuh dapat diatasi dengn solusi sebagai berikut :

  1. Program Perbaikan Kampung, yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan sarana lingkungan yang ada.
  2. Program uji coba peremajaan lingkungan kumuh, yang dilakukan dengan membongkar lingkungan kumuh dan perumahan kumuh yang ada serta menggantinya dengan rumah susun yang memenuhi syarat.
  3. Pembangunan tempat tinggal terpadu vertikal (rumah susun). Warga kumuh kota kerap digusur, dengan adanya solusi bagi mereka selanjutnya. Pemerintah bisa mengakomodasi hal ini dengan melakukan relokasi ke kawasan khusus. Tentunya penyediaan rumah susun yang ramah lingkungan untuk disewakan kepada mereka.
  4. Perbaikan perilaku masyarakat. Masyarakat harus ikut dilibatkan dalam mengatasi permukiman kumuh di kota jakarta. Karena orang yang tinggal di kawasan kumuhlah yang tahu benar apa yang menjadi masalah, termasuk solusinya. Jika masyarakat dilibatkan, persoalan mengenai permukiman kumuh bisa segera diselesaikan. Melalui kontribusi masukan dari masyarakat maka akan diketahui secara persis instrumen dan kebijakan yang paling tepat dan dibutuhkan dalam mengatasi permukiman kumuh di kota tersebut.
  5. Arsitek dalam perancangan kota. Arsitek juga sebaiknya ikut andil dalam permasalahan ini dengan mengabdi pada masyarakat untuk membenarkan atau memperbaiki infrastruktur dari kawasan. Ikut turun tangan dalam perancangan tata kota, perda dan peraturan-peraturan lainnya.


KESIMPULAN DAN SARAN


Kota pada awalnya berupa permukiman dengan skala kecil, kemudian mengalami perkembangan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, perubahan sosial ekonomi, dan budaya serta interaksinya dengan kota-kota lain dan daerah sekitarnya. Namun pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana kota dan peningkatan pelayanan perkotaan.

Permukiman kumuh dari kepadatan penduduk akan terus terjadi jika tidak ada perwujudan perubahan kecil menuju kota yang lebih baik. Permukiman kumuh juga tidak dapat diatasi dengan pembangunan fisik semata-mata tetapi yang lebih penting mengubah perilaku dan budaya dari masyarakat di kawasan kumuh. Jadi masyarakat juga harus menjaga lingkungannya agar tetap bersih, rapi, tertur dan indah. Sehingga akan tercipta lingkungan yang nyaman, tertib, dan asri. 

SUMBER
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_kumuh
  • http://perencanaankota.blogspot.co.id/2016/04/pengertian-pemukiman-kumuh.html
  • http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/543/jbptunikompp-gdl-diralazuar-27111-5-unikom_d-i.pdf

Rabu, 23 Maret 2016

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

SANG INSPIRATOR,
SUSI PUDJIASTUTI



Assalamu’alaikum wr.wb. Kali ini saya akan membahas tentang Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 tanah air kita tercinta ini. Ya, Susi Pudjiastuti yang terkenal akan sosok menteri wanita yang mengeluarkan kebijakan yang dinilai berani. Belakangan Susi menjadi sorotan karena menghasilkan serangkaian kebijakan yang salah  satunya adalah menenggelamkan kapal asing yang memasuki perairan Indonesia secara ilegal. Tak hanya itu, latar belakang ketekunan kehidupan dan sikap tegasnya patut menjadi inspirasi terutama untuk kaum hawa. Untuk mengetahui lebih mendalam tentang Susi Pudjiastuti, berikut mari kita simak bersama.

Nama Lengkap : Susi Pudjiastuti
Profesi : Birokrat
Tempat Lahir : Pangandaran
Tanggal Lahir : Jumat, 15 Januari 1965
Warga Negara : Indonesian
Suami  : Christian von Strombeck
Anak : Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser, Alvy Xavier
Jabatan : Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019
Mulai Menjabat : 27 Oktober 2014


BIOGRAFI SUSI PUDJIASTUTI

Susi Pudjiastuti adalah Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 Republik Indonesia. Sebelumnya ia dikenal sebagai pengusaha. Ia merupakan pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir produk-produk hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan maskapai penerbangan Susi Air.

Perempuan kelahiran Pangandaran ini merupakan putera Haji Ahmad Karlan dan Hajjah Suwuh Lasminah. Kedua orangtuanya dikenal sebagai pengusaha ternak di Jawa Tengah.

Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP, Susi melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta. Dia memutuskan berhenti dari bangku kelas 2 di SMAN I Yogyakarta setelah dikeluarkan oleh sekolah karena aktif dalam gerakan golput pada masa itu. Pada tahun 1980-an atau era Orde Baru, gerakan golput adalah hal yang terlarang.


Setelah tidak bersekolah lagi, Susi memulai profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Pada tahun 1996 dia mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek 'Susi Brand'. Pada tahun 2004 ia mendirikan Susi Air. Susi Air awalnya didirikan untuk mengantarkan muatan perikanan PT ASI Pudjiastuti. Kini Susi Air beroperasi dari 5 pangkalan, yaitu Medan (Sumatera Utara), Kendari (Jakarta), Jawa Tengah (Cilacap), Jawa Barat (Pangandaran dan Bandung), Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Jayapura (Papua).

Susi Pudjiastuti diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 26 Oktober 2014. Susi lantas melepaskan semua posisi di perusahaan untuk lebih fokus di tugas barunya dan menghindari konflik kepentingan antara fungsi regulator dan pelaku bisnis.

Penunjukan Susi sebagai menteri sempat menjadi sorotan publik. Hal itu dikarenakan gaya Susi yang eksentrik dan fakta bahwa ia tak mengenyam pendidikan di bangku kuliah.


TERPILIH MENJADI MENTERI PERIKANAN

Perjuangan dan kerja keras serta pengalaman Susi di bidang perikanan, membuat presiden terpilih Jokowi akhirnya memutuskan untuk menepatkan seorang Susi Pudjiastuti di kursi kementrian dan menempati posisi Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet kerja trisakti. Sepak terjang Susi yang berhasil dalam membangun bisnis perikanan serta transportasi udara memang tidak perlu di ragukan lagi. Kerja keras dan perjuangan yang begitu gigih membuatnya pantas menempati jabatan menteri tersebut.


“Gaji Menteri Cuma 1% Dibanding Gaji Saya di Susi Air”

Meski jabatan menteri merupakan jabatan yang sangat bergengsi, namun gaji menjadi menteri jauh lebih kecil dari pendapatan pemilik perusahaan. Setidaknya hal itu yang dialami oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang baru dilantik Senin lalu. Menurutnya, gajinya sebagai menteri hanya sebesar 1 persen dari pendapatan yang diterimanya sebagai pemiliki maskapai perintis, Susi Air. Alasan utama dirinya menerima tawaran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu ingin membawa sektor perikan dan kelautan Indonesia menjadi lebih baik. Susi telah menggeluti bisnis perikanan selama 33 tahun dan 10 tahun di bidang penerbangan sehingga dia sangat mengerti benar bagaimana mengelola sektor yang dipimpinnya. Susi memang berbeda dengan menteri kebanyakan.



Jika menteri-menteri yang lain adalah lulusan sarjana, bahkan hingga perguruan tinggi luar negeri, Susi hanya memiliki ijazah SMP. Namun jangan salah, ibu tiga anak ini merupakan salah satu pengusaha yang sukses. Gebrakan yang dilakukan Susi menuai perhatian dari banyak kalangan. Hingga kemudian dia pun dianugerahi penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprose Exporter tahun 2005.

Berikut adalah gebrakan Menteri Susi yang ia terapkan pada negeri ini.

1.     Berbagi data dengan TNI AL
Susi Pudjiastuti melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio di kantornya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pertemuan tersebut, lanjut Susi, wujud dari upaya menghilangkan ego sektoral yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Untuk mengelola kawasan perairan Indonesia yang potensi sangat besar. Presiden juga perintahkan sudah seharusnya memulai perubahan. Susi pun memberikan user name serta kata sandi sistem data VMS (Vessel Monitoring System) yang selama ini digunakan KKP kepada Laksamana TNI Marsetio. VMS merupakan sistem monitoring terhadap sejumlah kapal di atas 30 GT yang melintas di wilayah perairan

2.     Panggil Duta Besar
Susi Pudjiastuti berencana memanggil seluruh duta besar. Dia ingin berdiskusi dan menyampaikan hal baru tentang kebijakannya pemerintah. Dalam pertemuan tersebut Susi akan menegaskan bahwa nelayan asing di Indonesia tidak boleh BBM subsidi. Selain itu, Susi akan menaikkan Pajak Hasil Perikanan (PHP).

3.     Bangun bandara kecil
Pengusaha sukses perikanan ini, berjanji selama kepemimpinannya, sektor kelautan dan perikanan bisa maju.Caranya, dengan membangun bandara kecil di pulau pulau terluar Indonesia untuk mempercepat penjualan ke pasar karena diangkut menggunakanpesawat.

4.     Dukung BBM naik
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, para nelayan dalam negeri tidak membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Selama ini, meskipun ada BBM bersubsidi, saat membeli, para nelayan akan dikenakan harga yang lebih mahal. Sebetulnya nelayan kecil jarang dapat solar subsidi karena jauh dari pom bensin. Sementara ketiadaan menghambat pelayaran mereka.

5.     Stop izin tangkap
Langkah lain yang jadi gebrakan Susi, akan melakukan moratorium izin tangkap di wilayah perairan Indonesia selama dua bulan. Langkah itu dilakukan untuk menginventarisir izin yang telah ada. Selama ini, pendapatan bukan pajak kementeriannya cuma Rp 300 miliar.

6.     Menghasilkan 3 PERMEN (Peraturan Menteri)
yang dihasilkannya berkaitan dengan moratorium kapal asing diatas 30 gross ton (GT), transhipment (bongkar muat ikan di tengah laut), dan disiplin kepegawaian.

7.     Menangkap dan Menenggelamkan Kapal pencuri ikan.
Blusukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kawasan perbatasan membuahkan banyak hasil. Ratusan asing illegal telah ditangkapi di Kalimantan Timur, dan tiga hari lalu 5 kapal asing illegal ditangkap  di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Lima kapal asing illegal ini segera ditenggelamkan. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa kapal-kapal pencuri ikan harus ditenggelamkan sebagai efek jera. Jokowi menyebutkan ada 5.400 kapal asing illegal beroperasi di Indonesia, juga di perairan Kepulauan Bangka Belitung. Setidaknya 100 kapal asing illegal harus ditenggelamkan supaya lainnya takut.


PENDIDIKAN

SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun berhenti di kelas 2 karena dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput.

KARIR
       Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja 2014-2019
       Pendiri PT ASI Pudjiastuti Aviation
       Pendiri PT ASI Pudjiastuti Marine Product




PENGHARGAAN
  1. Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004
  2. Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005
  3. Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006
  4. Metro TV Award for Economics-2006,
  5. Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia
  6. Berprestasi Award dari PT Exelcomindo
  7. Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009
  8. Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB, 2011
  9. Meraih Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC, 2011
  10. Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat, 2008
  11. Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat, 2
    015
  12. Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. Pada Minggu, 26 Oktober 2014, dalam pengumuman Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK Ibu Susi Pudjiastuti ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.



Karena untuk menjadi penerus bangsa dan Negara, kita harus memiliki panutan untuk menginspirasi kita dalam bernegara. Banyak tokoh yang dapat dijadikan panutan, tergantung bagaimana cara pandang kita terhadap perjuangan dan kerja keras mereka terhadap sesama dan bangsa Negara. Sekian penjelasan singkat tentang kegigihan dan ketegasan Susi Pudjiastuti sebagai sang inspirator. Wassalamu’alaikum wr.wb.

SUMBER
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Susi_Pudjiastuti
  • http://merdeka.com/
  • http://www.kompasiana.com/adrian67/potret-kinerja-kementerian-kelautan-dan-perikanan
  • http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160321_dunia_susi_